REFLEKSI HISTORIS KONVERSI STI KE UIN

  • Suheri Suheri Sekolah Tinggi Agama Islam At-Taqwa Bondowoso

Abstract

Kehadiran lembaga pendidikan Islam yang berawal dari Pesantren yang melahirkan Madrasah hingga kemudian dilanjutkan kehaliran Sekolah sebenarnya merupakan upaya untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan zaman yang kian berkembang. Namun sejak kehadiran Kolonial melumpuhkan bahkan merombak performa pendidikan Islam di Indonesia. Kehadiran Belanda dengan pendidikan umumnya menyebabkan pergeseran orientasi bangsa Indonesia dalam menjalani pendidikan yakni belajar sebagai sebuah ibadah karena didasari nilai ibadah akhirnya beralih belajar demi mendapatkan pekerjaan. Rentetan pergolakan politik menarik Pendidikan Islam dalam pusaran tarik ulur kepentingan tentang konstruksi pendidikan Islam di Indonesia. Bahkan eksistensinya dari kaca mata Undang-undang menjadi perdebatan yang baru usai. Termasuk format perguruan Tinggi yang diharapkan menjadi solutis atas kegelisahan intelektual yang terjadi dimasyarakat, dimana kehadiran lembaga non formal (pesantren) mengantarkan alumninya memiliki ruang gerak yang sempit dalam berkiprah. Sehingga kelahiran Institut dan Universitas Islam diharapkan menjadi solusi cerdas dalam menjawab perubahan zaman. Meskipun menyandang Status baru bukan berarti mereka terbebas dari persolan. Justru kehadiaran status perguruan tinggi baru mendatangkan persoalan dan tantangan baru untuk disikapi dengan cerdas. Oleh karena itu, mengetahui secara historis genealogi kelahiran perguruan tinggi menjadi kajian yang menarik untuk dicermati.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2014-02-15
How to Cite
SUHERI, Suheri. REFLEKSI HISTORIS KONVERSI STI KE UIN. TARBIYATUNA, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 1-19, feb. 2014. ISSN 2442-4579. Available at: <https://www.ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/tarbiyatuna/article/view/44>. Date accessed: 11 apr. 2021.

Keywords

Konversi Perguruan Tinggi, Periodeisasi, pemerintah